Irigasi tetes adalah metode irigasi yang menghemat air dan pupuk dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui jaringan katup, pipa dan emitor.

Irigasi tetes telah digunakan pada zaman kuno dengan mengisi pot tanah liat yang terkubur dengan air, yang pelan-pelan merambat ke rumput. Di Indonesia irigasi tetes sudah digunakan sejak ramainya sistem memperbanyak tanaman dengan pencangkokkan tanaman, yaitu menggunakan bambu yang dilubangi ujung bawahnya kemudian di sumbat dengan paku atau lidi dimana di usahkan agar air dalam bambu bisa menetes ke media tanah untuk pencangkokan tanaman.Yyang tujuanya agar media tetap lembab sehingga akar-akar bisa tumbuh.

tetes

  Cara kerja irigasi tetes sederhana adalah menampung air dalam wadah dengan  mengalirkannya ke tanaman menggunakan tekanan gaya gravitasi melalui lubang yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Cara penggunaan alat ini sangatlah mudah, yaitu dengan mengisi wadah botol air mineral bekas /bambu yang telah dilubangi dibawahnya sekitar 0.1 cm dengan air dan menggantungkannya pada tiang gantungan yang telah disediakan dekat dengan tanaman. Jumlah lubang tetesan air ke tanaman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan air. Apabila botol sudah kosong diisi kembali dengan air.

  Irigasi merupakan upaya yang dilakukan petani untuk mengairi lahan pertaniannya. Salah satu teknologi irigasi pertanian yang sudah dikembangkan adalah irigasi tetes. Irigasi tetes itu sendiri adalah metode irigasi yang menghemat air dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui jaringan katup, pipa dan emitor. Irigasi tetes merupakan teknologi irigasi yang bertujuan untuk memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien. Teknologi ini cocok diterapkan pada lahan kering dengan topografi relatif landai.

Manfaat dengan melakukan irigasi tetes ini, adalah :                                                        

  1. Menyediakan air selama musim kemarau;
  2. Mengurangi penggunaan tenaga kerja bila dibandingkan dengan penyiraman individu pertanaman melalui ataupun menggunakan gayung atau selang;
  3. Menyalurkan air ke tempat yang diinginkan;
  4. Dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, sebagai akibat dari kemampuan irigasi tetes dalam memelihara tanah agar tetap lembab pada daerah perakaran
  5. Mengusahakan tanah tempat media tumbuh tanaman selalu basah terairi tetesan air dan cukup untuk mengairi tanaman.

keberhasilan irigasi tetes ini perlu didukung media tanaman yang porositas baik dan mampu menahan air yaitu menggunakan campuran tanah dan sabut kelapa  atau lebih dekenal sebagai cocoped 

tetes1

 

Proses Penyatuan Sumbu kompor yang sudah di perkecil ukurannya

tetes2

 

Perakitan sistim irigasi tetes yang menggunakan embung

 

 

Proses menggali dan pemasangan embung

 


KOMENTAR