Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan limbah telur yang banyak diproduksi oleh industry atau pabrik roti di Indonesia. Kandungan kalsium karbonat dalam cangkang telur dimanfaatkan sebagai bahan aditif dalam campuran beton. Prosentase bahan aditif campuran beton pada penelitian ini sebesar 0%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Penelitian ini dimulai dengan pengujian air resapan, kelembaban dan berat jenis SSD material penyusun beton kemudian dilanjutkan dengan pengujian terhadap material aditifnya. Langkah selanjutnya adalah pembuatan benda uji berupa silinder beton dengan ukuran 150 mm x 300 mm berjumlah 9 buah untuk masing-masing prosentase campuran beton. Hasil penelitian dengan uji tekan pada umur 28 hari menunjukkan bahwa kuat tekan rerata beton 0% sebesar 238,76 kg/cm², kuat tekan rerata beton dengan cangkang telur 2% sebesar 245,49 kg/cm², kuat tekan rerata beton dengan cangkang telur 3% sebesar 190,58 kg/cm², kuat tekan rerata beton dengan cangkang telur 4% sebesar 192.96 kg/cm² dan kuat tekan rerata beton dengan cangkang telur 5% sebesar 197,86 kg/cm². Dengan hasil tersebut diperoleh persentase optimum cangkang telur sebesar 2%.


KOMENTAR